Kenapa sih, di sekolah banyak sekali aturan dan kewajiban? Mulai dari seragam rapi, datang tepat waktu, sampai harus ikut piket. Kadang terasa sepele, kadang terasa merepotkan. Tapi kalau ditarik pelan-pelan benangnya, kewajiban di sekolah sebenarnya sedang membentuk cara kita berpikir, bersikap, dan bertanggung jawab tanpa kita sadari.

Namun sering kali banyak sekali anak-anak yang melupakan kewajibannya dalam sekolah. Memang, kewajiban utama [pelajar adalah belajar. Tapi kalau ditelisik lebih dalam masih ada banyak kewajiban yang seharusnya dilakukan pelajar jika berada di lingkungan sekolah.

Menghargai Guru dan Karyawan

Masih ingat momen ketika guru masuk kelas, lalu semua berdiri dan mengucap salam bersama? Dulu mungkin terasa sebagai rutinitas kosong. Namun, disitulah salah satu kewajiban di sekolah sedang bekerja: belajar menghargai orang yang mengajar dan membimbing.

Ada satu pengalaman kecil yang sering terbawa sampai sekarang. Suatu pagi, seorang guru datang dengan wajah lelah, membawa setumpuk buku tugas. Kelas yang biasanya ribut tiba-tiba hening karena menyadari beliau tetap mengajar meski jelas kecapekan. Dari situ muncul rasa sungkan untuk bercanda berlebihan. Ternyata, menghargai guru bukan hanya soal berdiri memberi salam, tetapi juga mendengarkan saat mereka bicara, tidak memotong penjelasan, dan mengerjakan tugas dengan sungguh-sungguh.

Pelan-pelan, kebiasaan ini terbawa ke luar sekolah lebih menghargai lawan bicara, tidak asal menyela, mau menerima masukan. Dimulai dari kelas, efeknya bisa ke mana-mana.

Disiplin Waktu dan Tugas 

Bel masuk yang terdengar dari lorong, suara langkah kaki tergesa-gesa di koridor, dan guru yang berdiri di depan pintu sambil melihat jam tanganĀ  itu menjadi pengingat nyata bahwa salah satu kewajiban di sekolah adalah disiplin waktu. Datang terlambat bukan hanya soal dapat teguran, tapi tentang belajar menepati komitmen.

Belum lagi urusan tugas. Dari PR matematika sampai laporan praktikum, semua punya tenggat. Ada malam-malam ketika kamu duduk di meja belajar, membuka buku yang masih bau fotokopian, mencoba menyelesaikan tugas sambil menahan kantuk. Terasa melelahkan, tapi di situlah latihan konsistensi berlangsung.

Trik Kecil Agar Lebih Tertib

Beberapa hal sederhana sering membantu, misalnya:

  • Menulis semua deadline tugas di satu buku catatan kecil.
  • Menyiapkan tas dan buku pelajaran di malam hari.
  • Memasang alarm khusus untuk berangkat lebih awal.

Kelihatannya sepele, tapi kebiasaan kecil ini membuat kewajiban di sekolah terasa lebih ringan dan tidak selalu berujung pada panik mendadak.

Menjaga Kebersihan dan Sikap di Lingkungan Sekolah

Kewajiban lain yang sering dianggap sekadar formalitas adalah menjaga kebersihan. Dari jadwal piket, membuang sampah pada tempatnya, sampai merapikan bangku dan meja sebelum pulang. Ada hari-hari ketika sapu terasa berat dan tempat sampah penuh, tapi saat kelas bersih, suasananya juga ikut berubah: lebih enak duduk, lebih nyaman belajar.

Menjaga kebersihan biasanya berjalan beriringan dengan menjaga sikap. Tidak corat-coret meja, tidak merusak fasilitas, tidak mengejek teman. Lingkungan sekolah jadi semacam latihan mini bagaimana bersikap di ruang publik: bahwa ruang bersama harus dijaga bersama.

Kewajiban di sekolah bukan sekadar aturan yang membatasi gerak. Semuanya seperti latihan harian agar kita terbiasa bertanggung jawab atas diri sendiri dan lingkungan. Mungkin terasa sederhana sekarang, tapi justru dari hal-hal kecil itulah karakter pelan-pelan terbentuk, tanpa banyak suara, tanpa banyak slogan, lewat kebiasaan yang diulang setiap hari.

Next Post

Trik Gacor Bermain Game Zeus ala Pro Anti Kalah

Tue Dec 16 , 2025
Strategi positif ala pro untuk main game Zeus https://plmechanical.com/contact-us lebih stabil, kelola ritme, atur modal, dan hindari tilt agar peluang kamu terasa makin gacor. Kalau […]
Game Zeus - plmechanical.com/contact-us