Pernahkah kamu duduk di lab komputer sekolah, menatap layar monitor yang menyala, dan tiba-tiba berpikir, “Siapa penemu komputer ini?” Kita sering kali sibuk mengetik tugas atau browsing materi pelajaran sampai lupa bahwa alat canggih di depan kita ini punya sejarah panjang yang berliku. Rasanya ajaib bagaimana sebuah mesin bisa mengubah cara kita belajar, bermain, dan terhubung dengan dunia luar hanya dengan beberapa klik.

Sebuah Perjalanan Menemukan Komputer

Seringkali kita ingin jawaban instan. Kalau ditanya siapa penemu komputer, nama Charles Babbage mungkin langsung muncul di kepala. Memang benar, pria Inggris yang hidup di abad ke-19 ini sering disebut sebagai “Bapak Komputer”. Di tahun 1830-an, saat orang masih bepergian dengan kereta kuda, Babbage sudah memimpikan sebuah mesin hitung otomatis raksasa yang ia sebut Analytical Engine.

Tapi, ada detail menarik yang sering terlewat. Babbage tidak pernah benar-benar melihat mesin impiannya bekerja sempurna semasa hidupnya. Ia kehabisan dana dan teknologinya saat itu belum cukup canggih. Rasanya frustasi sekali, punya ide brilian tapi zamannya belum siap. Namun, sketsa dan konsep Babbage itulah yang menjadi pondasi dasar logika komputer modern yang kita nikmati sekarang.

Munculnya Alan Turing

Lompat ke era Perang Dunia II, cerita tentang penemu komputer menjadi semakin dramatis. Di sinilah muncul sosok Alan Turing. Kalau Babbage merancang mekanisnya, Turing memberikan logikanya.

Ketika suasana tegang di Bletchley Park, Inggris, saat perang berkecamuk. Turing dan timnya bekerja diam-diam memecahkan kode rahasia Enigma milik Jerman. Bukan dengan senjata api, tapi dengan matematika dan mesin bernama The Bombe. Konsep Turing tentang mesin yang bisa diprogram untuk melakukan tugas apa saja adalah alasan kenapa laptop bisa dipakai buat ngetik tugas sekaligus nonton video. Tanpa pemikiran Turing yang visioner, komputer mungkin hanya akan jadi kalkulator raksasa yang membosankan.

Peran Penting Wanita Dalam Penemuan Komputer

Jangan lupa juga dengan Ada Lovelace. Jauh sebelum Turing, Ada sudah bekerja sama dengan Babbage. Dia sering disebut sebagai programmer komputer pertama di dunia karena dialah yang menulis algoritma pertama untuk mesin Babbage. Bayangkan, seorang wanita di era Victoria menulis kode untuk mesin yang bahkan belum berwujud fisik! Ini bukti bahwa dunia teknologi tidak pernah didominasi satu gender saja sejak awal.

Dari Seukuran Lemari Menjadi Setipis Batu Bata

Komputer yang dulu ukurannya sebesar lemari, bahkan ada yang memakan satu ruangan penuh seperti ENIAC. Panasnya minta ampun dan butuh daya listrik yang bisa menerangi satu desa kecil. Coba bandingkan dengan PC atau laptop di meja sekolahmu sekarang. Perubahannya gila-gilaan, kan?

Evolusi ini terjadi berkat ribuan insinyur dan ilmuwan yang meneruskan estafet dari Babbage dan Turing. Mereka mengecilkan ukuran transistor, menciptakan microchip, dan membuat antarmuka yang ramah pengguna. Jadi, saat kita bicara soal penemu komputer, kita sebenarnya sedang membicarakan sebuah kerja tim lintas generasi.

Menghargai Sang Penemu Komputer

Mengetahui sejarah ini membuat kita sadar bahwa komputer di sekolah bukan sekadar barang elektronik biasa. Ia adalah warisan ide dari para pemimpi yang berani berpikir beda. Charles Babbage berani bermimpi di luar zamannya, Alan Turing berani menggunakan logika untuk menyelamatkan jutaan nyawa, dan Ada Lovelace berani mematahkan stereotip.

Jadi, besok saat kamu menyalakan komputer untuk mengerjakan tugas sejarah atau matematika, ingatlah perjalanan panjang di baliknya. Kita sangat beruntung bisa menikmati hasil jerih payah mereka. Gunakan alat hebat ini untuk menciptakan sesuatu yang keren, siapa tahu kamulah visioner berikutnya yang akan dicatat dalam sejarah teknologi masa depan.

Next Post

3 Kewajiban di Sekolah yang Sering Kita Lupakan

Mon Dec 15 , 2025
Kenapa sih, di sekolah banyak sekali aturan dan kewajiban? Mulai dari seragam rapi, datang tepat waktu, sampai harus ikut piket. Kadang terasa sepele, kadang terasa […]
Kewajiban di Sekolah